Kutai Timur Coba Bangkit Melalui Pariwisata

Kunjungan Badan Promosi Kebudayaan Daerah Kutai Timur di Kantor Pusat Aspeksindo dalam rangka pembahasan pengembangan potensi wisata

Kabupatenreport (26/9). Badan Promosi Kebudayaa Daerah, Kutai Timur adakan kunjungan ke kantor pusat Asosiasisi Pemerintah Daerah Kepulaun dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) guna bersinergi mensukseskan program pengembangan budaya yang saat ini sedang di galakan oleh pemerintah Kutai Timur.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Badan Promosi Kebudayaan Daerah Kutai Timur, Lubis S di saat pertemuan. Hadir mendampingi Ketua Umum antara lain jajaran pengurus lainnya. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Pakar dan Praktisi Kemaritiman Aspeksindo Zaidin Zaiti, di damping Ketua Ahli Bidang SDM Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami) Jani Asha di Kantor Pusat Aspeksindo, Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (25/9).

“Saat ini potensi sumber daya alam Kutai Timur yang bagus dan akan dibesarkan oleh pemerintah Kutai Timur meliputi 3 hal, yakni pariwisata, budaya dan laut. Ketiga potensi alam tersebut di nilai sangat potensial dan bagus mengingat Kutai Timur adalah daerah bersejarah yang memiliki nilai historis sangat tinggi. Pariwisata dan Budaya di rasa akan menjadi tujuan destinasi bagi para wisatawan yang ingin mengeksplor lebih dalam mengenai tempat sejarah dan sakral di Indonesia,”ujar Lubis.

“Ada beberapa potensi wisata Kutai Timur yang saat ini sudah dikembangkan, yakni budaya pesta adat pelastana (mendoakan bumi) yang sudah berjalan pada tahun ke-3 tahun di 2018 ini. Disamping budaya pelastana, ada pun juga adat lomplay, wisata sangkulirang rokaat (situs peninggalan pubakala di dalam goa),wisata Wehea (Hutan lindung yang dijaga oleh hukum adat), Freepap (hutan taman nasional yang di diami habitat liar) dan Pohon Ulin terbesar dan tertua di dunia. “papar Ketua Badan Promosi Kebudayaan Daerah Kutai Timur ini.

Beliau juga menambahkan salah satu potensi alam yang dikembangkan oleh pemerintah Kutai Timur melalui Badan Promosi Kebudayaan Daerah adalah menjadikan daerah ex tambang sebagai wisata, oleh karena it menurut Lubis hal tersebut akan lebih bijak menjadikan daerah potensi bencana menjadi potensi wisata.

“Untuk dapat memajukan potensi wisata tentunya disertai upaya yang perlu dilakukan pemerintah Kutai Timur agar potensi wisata semakin maju. Upaya kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah terkait adalah percepatan dengan membentuk dinas-dinas baru guna memajukan potensi wisata, diantaranya pembentukan dinas kebudayaan, dinas pariwisata dan badan promosi kebudayaan daerah Kutai Timur. Upaya lain yang dijajaki oleh pemerintah daerah Kutai Timur melalui Badan Promosi Kebudayaan Daerah akan menggandeng menteri pariwisata bersinergi membesarkan potensi wisata Kutai Timur, “tutup Lubis (KR//Achin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here