Sarasehan Kemaritiman Nasional 2018 Sumbang Investor Bagi Maluku

Foto bersama Gubernur Maluku, Said Assagaf, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun dan Investor China usai kunjungan di Kantor Gubernur Maluku, Ambon (Sumber : Tribune Maluku)

Kabupatenreport (9/10). Selepas menghadiri sarasehan kemaritiman nasional 2018 yang terselenggara pada 3 dan 4 Oktober di Jakarta lalu, Duta Besar Tiongkok merangkap Mongolia beserta jajaran terkait bersama investor melanjutkan kunjungan ke Maluku. Hadir sebagai peserta kegiatan kemaritiman lalu memberi angin segar bagi Maluku dimana dalam kesempatan yang sama juga hadir investor China.

Maluku dipandang sebagai provinsi kepulauan yang kaya potensi alam sehingga hal tersebut menjadikan Maluku sebagai tujuan investor.

Dalam kunjungan penjajakan kerjasama ke Maluku, Djauhari Oratmangun membawa beberapa investor China dari berbagai perusahaan skala internasional diantaranya Adreaw Zheng (Zheng Lie-Lie) dari perusahaan Shenzhen Foontain Corporation, Chen Jie dari TBEA Xin Jiang dan Zhen Zhi Qiang dari PT. Nusa Ina Gempita –Jakarta. Rombongan diterima langsung oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaf di ruang lantai II, Kantor Gubernur Maluku pada Senin (8/10).

Dalam sambutannya, Gubernur Assagaf memaparkan bahwa potensi ikan di laut Maluku sangat kaya dan berlimpah. Ada 4 juta ton ikan dan potensi lainnya di laut Banda, Arafura dan Laut Seram sementara hingga saat ini hanya sekitar 600 ton potensi ikan di laut Maluku yang baru tersekplor.

“saat ini infrafrastruktur sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan industri perikanan berupa pelabuhan perikanan. Hingga saat ini tercatat ada 12 pelabuhan perikanan yang kedepannya akan dikelola sehingga agar dapat difungsikan, infrastruktur harus segera dibenahi. Rencana kedepan akan ada pengembangan industri ikan terbesar di Dobo dan di Pulau Ambon, “ungkap Assagaf.

Masih menurut pemaparan Assagaf terkait kemudahan eskpor ikan di Maluku, sejak Januari 2018 lalu, pemerintah setempat telah mengeluarkan dokumen ekspor.

“Jika sebelumnya pengurusan dokumen dikeluarkan di Bali, Jawa Timur dan Jakarta, sekarang hal tersebut tidakberlaku lagi karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mempermudah pengeluaran dokumen eskpor sehingga melalui jasa cargo penerbangan Garuda dapat kirim ikan segar 4 hingga 4 ton ke Jakarta, Tokyo, Australia, Singapura dan Malaysia. “papar Gubernur Maluku yang juga merupakan kandidat pilgub ini.

Gubernur yang baru saja menyelesaikan pilgub Maluku ini juga menyampaikan bahwa kedepan untuk pembukaan rute penerbangan melalui Dubes RI di Jepang telah memastikan akan ada penerbangan dari Hokaido ke Ambon sehingga harapan beliau pasar China juga dapat mengambil peran cukup besar karena rute China ke Manado sudah ada penerbangan langsung oleh karena itu hal demikian di nilai akan lebih mudah untuk pengiriman ikan segar dari Manado-Ambon-China.

Selain memaparkan potensi perikanan, Gubernur Assagaf juga menjelaskan mengenai komoditi –komodiri tradisional Maluku yang merupkan komoditas unggul di pasar Internasional seperti, Cengkeh, Pala dan Kelapa.

“sekarang ini sudah mulai dipasarkan airkelapa sebagai bahan dasar mineral water sehingga potensi tersebut harus dikembangkan mengingat Maluku memiliki luas lahan produksi kelapa sekita 113 ribu ton “tandasnya.

Sama halnya dengan komoditas Kelapa, Pala merupakan salah potensi alam yang dilirik oleh investor. Menanggapai keinginan investor China yang ingin menjajaki kerja sama serius dalam pengembangan potensi rempah ini, Gubernur Assagaf menyampaikan bahwa saat ini di daerah Seram Bagian Timur ada 1 juta bibit cengkeh yang sudah di tanam mengingat bagi China sendiri Pala merupakan salah satu rempah yang dikembangkan sebagai pengobatan herbal sehingga hal tersebut dirasa patut diseriusi rencana kerja sama ini.

Sementara untuk potensi pariwisata, Maluku memiliki potensi wisata bahari, alam dan sejarah.

“di Pulau Buru ada Danau Rana, Pulau Seram, Pulau Banda dan Pasir Panjang yang terletak di Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk Kabupaten Maluku Tenggara sudah ada bandara dan kita juga sedang usahakan untuk pembukaan jalur penerbangan dengan rute Darwin-Ambon. Untuk Pulau Banda juga sudah ada merencanakan pengembangan infrastruktur bandaranya “ujarnya.

Penyerahan Cinderamata kepada Investor China oleh Gubernur Maluku (Sumber : Tribune Maluku)

Masih menurut Assagaf, potensi lain terdapat bahan baku untuk pengolahan semen di Pulau Buru dan SBT oleh karena itu hal tersebut perlu dilakukan survey yang lebih dalam sehingga kedepan potensi ini dapat dikembangkan

Pada kesempatan saat menjamu rombongan Duta Besar, Djauhari Oratmangun ini, Gubernur Maluku membocorkan informasi terkait adanya keinginan kunjungan Duta Besar Turki dan rombongan dalam rangka penjajakan kerja sama serta Duta Besar New Zealand yang akan berkunjung ke Maluku pada tanggal 15 November mendatang.

Assagaf berharap, apabila Maluku semakin dilirik oleh Investor maka perekonomian Maluku akan terus berkembang dan lebih baik.

“kami berharap ke depan nantinya ada Memorandum of Understanding (MoU) atau langkah-langkah strategis ke depan dalam rangka pengembangan ekonomi di Maluku.

Menutup sambutan Gubernur Maluku, Assagaf, Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun menyampaikan Maluku adalah provinsi kepulauan yang kaya akan segala potensi alam, sebagai bagian dari Maluku, beliau juga ingin melakukan sesuatu hal untuk memajukan Maluku dan melalui investasi beliau akan mendorong investor untuk berinvestasi di Maluku. (KR//Achin)

(Sumber : Tribune Maluku)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here