Akhirnya, Kasus Bendera Merah Putih Bertuliskan Huruf Mandarin Dihentikan

Foto : Kasus Merah Putih

Serang, Banten – Masih ingat kasus bendera merah putih yang bertuliskan huruf mandarin? Akhirnya, kasus dugaan penghinaan lambang negara oleh PT Kenda Rubber Indonesia (KR) dihentikan karena penyelidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang yang mengusut kasus ini menilai tidak terdapat unsur pidana yang dilakukan oleh PTKRI.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung mengatakan penghentian kasus ini setelah penyelidik meminta keterangan saksi ahli pidana dan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia(Kemenkumham). Kedua saksi tersebut menilai PT KRI tidak bisa dijerat pidana.

“Semua sudah kami panggil. Kesimpulannya tidak memenuhi unsur tindak pidana, ya dihentikan. Perkara ini tidak bisa dilanjutkan (ke proses penyidikan). kami hentikan(penyelidikan) sejak seminggu lalu,” ujar Kasat, Selasa (7/2/2017).

Kasat menjelaskan berdasarkan keterangan ahli pidana, bendera warna merah putih milik PT KRI yang ditulishuruf “KENDA” pada kain warna merah dan kain warna putih ditulis huruf mandarinbukan merupakan lambang negara Republik Indonesia. Sebab, ukuran bendera tersebut berbeda dengan ukuran bendera yang dikeluarkan pemerintah melalui Undang-UndangRI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara.

“Bukan bendera merah putih (lambangnegara). Itu lambang perusahaan yang ternyata digunakan perusahaan di sejumlah negara. Untuk warnanya merahnya itu 60 persen sedangkan putihnya 40 persen. Ini juga ukurannya lebih kecil. Selain itu merahnya tidak sampai ujung, putihnya berbentuk huruf L,” kata Kasat.

Atas kasus ini, manajemen perusahaan PT KRI berjanji tidak akan memasang bendera tersebut kembali. Meskipunbendera tersebut merupakan lambang perusahaan. “Mereka (PT KRI) mau ganti lambang bendera karena ini sensitif,” tutur Kasat.

Penyelidikan kasus ini bermula dari laporan warga ke Kepala Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang pada Rabu(25/1/2017). Warga tersebut melihat bendera merah putih yang ditulisi berkibar dihalaman PT KRI.

Menindaklanjuti laporan itu, unsur Muspika Jawilan kemudian mendatangi lokasi. Bendera warna merah putih yang berkibar itu kemudian diturunkan dan disita. Pemasangan bendera tersebut diketahui dilakukan oleh PTKRI dilakukan sejak Sabtu 7 Januari 2017. (Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here