Menteri Perhubungan Dukung Penuh Forkami dan Aspeksindo Selenggarakan Sarasehan Kemaritiman Nasional 2018

Kabupatenreport (5/9). Sarasehan kemaritiman nasional yang akan diadakan pada Oktober 2018 mendapat dukungan penuh dari Menteri Perhubungan RI. Hal ini dipertegas dengan adanya kunjungan dewan pengurus Forkami dan Aspeksindo di kantor Kementrian Perhubungan RI, Jakarta Pusat (Selasa, 04/8).

Menerima langsung dewan pengurus Forkami dan Aspeksindo, Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan RI menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan maritim. Budi Karya memberikan arahan agar kegiatan sarasehan maritim harus dijadikan momentum untuk mempromosikan potensi kekayaan alam daerah kepulauan dan pesisir serta dapat menghasilkan berbagai masukan strategis menyambut tata kelola potensi maritim 2019 -2024.

‘”Saya akan hadir dalam acara sarasehan, daerah kepulauan dan pesisir harus di data dan dikenali potensi alamnya sehingga dapat kita jual potensi alam pada saat pameran sarasehan ”ujar mantan Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini.

Hadir dalam audiensi, Ketua Umum Forkami (James Talakua), Direktur Eksekutif Aspeksindo (Andi Fajar Asti), Ketua Umum ALFI (Yuki Nugrawan), Pakar dan Praktisi Business Kemaritiman (Zaidin Zaiti), Aggota Kehormatan Hubungan Internasional (Ellias Ginting) dan Ketua Bidang 1 SDM Forkami (Jani Asha).

Pakar dan Praktisi Bisnis Kemaritiman, Zaidin Zaiti menyampaikan bahwa perlu adanya peningkatan komunikasi pencapaian kerja pemerintah, khususnya teman – teman di sektoral organisasi maritim melihat bahwa sebenarnya pencapaian yang dicapai oleh pemerintah masih menyisakan pekerjaan rumah. Oleh karena itu adanya PR yang masih disisakan ini diharapkan dapat melibatkan teman – teman di organisasi maritim untuk duduk bersama dalam rangka memberikan masukan tentang prospek penataan kemaritiman 2019 -2024. Mengenai hal ini, Aspeksindo bersama Forkami hendak mengadakan sarasehan nasional di sektoral kemaritiman, oleh karena itu kami akan mengundang semua daerah maritim dimana dalam momentum sarasehan dapat dijadikan ajang promosi pencapaian, program dan potensi daerah maritim di Indonesia “Ujar praktisi sekaligus staff ahli Aspeksindo ini”

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Forkami, James Talakua bahwa hal tersebut dapat dijadikan momemtum untuk promosi. Dengan duduk bersama, pemerintah pusat dan organisasi insan maritim dapat menggambarkan proyeksi prospek kegiatan busines maritim sehingga insan maritim khusus pelaku usaha dapat memanfaatkan momentun tersebut.

“Kami yakin dengan duduk bersama dalam satu forum ada banyak masukan yang disampaikan oleh insan maritim sehingga kami berharap masukan dari insan maritim dapat direspon oleh pemerintah,”sambung James”.

Menyambung pernyataan James, Ketua Umum ALFI (Asociation Logistic Forwarding Indonesia) menyampaikan bahwa melihat dari sisi ALFI, dalam momentum sarasehan akan ada masukan dari organisasi insan maritim terkait poros maritim dan tol laut sehingga masukan insan maritim dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja.

“Pelabuhan yang sudah dibangun oleh Kementrian Perhubungan di sambungkan dengan tol laut karena hal itu juga untuk kepentingan ekspor. Tol laut yang menghubungkan pelabuhan satu dengan pelabuhan lain perlu ditindaklanjuti karena pelabuhan merupakan salah satu daya saing, tidak hanya dari sisi maritim namun juga dari sisi ekspor sehingga hal demikian dapat kita jadikan program prioritas 5 tahun pemerintah kedepan,”ucap yuki”.

Sementara dari sisi internasional, Duta Besar sekaligus praktisi internasional, Ellias Ginting mengatakan sarasehan nasional 2018 merupakan momentum untuk promosi potensi kekayaan alam Indonesia kepada dunia, karena hingga saat ini potensi alam Indonesia belum dieskplor secara maksimal. Sehingga ajang ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin.

(red – achin/KR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here