Kementerian PUPR Pamerkan Layanan Infrastruktur Skema KPBU Pada Annual Meeting Indonesia 2018

Penyelenggaraan IMF – World Bank Annual Meeting di Bali (8/10).

Kabupatenreport (10/10). Mengambil tempat di BALI, saat ini International Monetary Founding (IMF) menyelenggarakan kegiatan World Bank Annual Meeting 2018 sekaligus menandatangani kesepakatan perjanjian dukungan pembiayaan dan penjaminan sejumlah proyek infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) merupkan inovasi sumber pembiayan non APBN melalui KPBU turut mempercepat ketersediaan infrastruktur dalam rangka pemenuhan permintaan masyarakat yang tinggi sebagai alternative APBN terbatas.

Hadir dalam IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang juga ikut menyaksikan penandantangan perjanjian dukungan pembiayaan dan penjaminan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Nusa Dua Bali, pada Senin (8/10).

Pada kesempatan itu, memberikan sambutan khusus terkait kehadiran Menteri kabinet kerja yang hadir dalam penandatangan perjanjian kerjasama, Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR menyampaikan apresiasi kepada Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan yang juga hadir mendukung inovasi pembiayaan tidak hanya dalam pembangunan namun juga pemeliharaan infrastruktur PUPR seperti jalan tol, air minum dan yang terbaru dalam hal preservasi jalan nasional non tol.

“Anggaran yang dialokasikan di Kementerian PUPR dalam empat tahun terakhir rata-rata Rp 105 triliun, sementara kebutuhannya lebih besar. Proyek jalan tol terbanyak di Kementerian PUPR yang menggunakan skema KPBU. Ada juga air minum seperti SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung. Terbaru adalah preservasi jalan nasional dengan skema KPBU AP (Availabilty Payment) dimana jalan nasional terus terpelihara sepanjang tahun tanpa tergantung siklus APBN,” kata Menteri Basuki.

Tidak hanya itu, apresiasi lain yang disampaikan oleh Menteri Basuki kepada Menteri Keuangan yakni Menteri Sri turut mendukung Dalam lima tahun ada 54 proyek tol sepanjang 2.934 Km dengan kebutuhan investasi Rp 500 triliun. Progresnya sebanya 6 proyek sudah selesai, 48 proyeknya masih berjalan dengan nilai Rp 460 triliun. Dengan nilai investasi yang cukup besar tersebut, dana APBN sebesar 2% atau senilai Rp 15 triliun.

“Untuk KPBU-AP preservasi jalan dilakukan pembiayaan oleh badan usaha, sedangkan pembayaran Pemerintah dilakukan secara berkala atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas yang sudah ditentukan dalam perjanjian KPBU. Skema ini akan dimulai tahun 2019 untuk ruas Jalintim Sumatera, Trans Kalimantan dan Trans Papua.”tanda Menteri Basuki.

Menyambung pemaparan Menteri PUPR dalam sambutannya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa proyek infrastruktur dibawah Kementerian PUPR banyak diminati oleh swasta. Banyaknya Partisipasi swasta akan mempercepat namun tetap akuntabel dengan resiko terukur. “Kuncinya adalah leadership dari Menteri PUPR yang menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur karena masyarakat sudah menunggu lama.

Hadir dalam IMF-Word Bank Annual Meeting Bali, Menteri Keuangan, Menteri PUPR dan Menteri Kemenko Maritim, Menteri Komunikasi dan Informatika.

ProyekProyek KPBU Infrastruktur yang mendapat Pembiayaan dan Penjaminan

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatangan Head of Agreement (HoA) Proyek KPBU SPAM Semarang Barat oleh Direktur Utama PT. PII Armand Hermawan, Direktur Utama PT Air Semarang Barat Immanuel Ria Swarna dan Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Muhammad Farchan.

Rencana implementasi program ini akan di lakukan pada tahun 2021 dengan tujuan dapat memberikan stimulus penyediaan air bersih dengan kapasitas 1.000 liter per detik bagi sekitar 60 ribu jiwa sehingga diharapkan program stimulus air bersih ini akan memberikan manfaat yang besar bagi penduduk.

Disamping program stumulus air bersih, Kementrian PUPR juga telah menyiapkan proyek KPBU SPAM yang di tempatkan di beberapa daerah seperti SPAM Jatiluhurm Karian dan proyek SPAM potensial lainnya.

Adapun juga kegiatan lain yang dilakukan di sela-sela IMF-World Bank Annual Meeting oleh Pemerintah beserta jajaran terkait adalah diserahkannya permohonan penjaminan proyek KPBU. Dimana hal ini dipandangan mampu memberi manfaat besar seperti aset terpelihara terus baik, akuntabilitas anggaran pemeliharaan sangat transparan dan kualiras infrastruktur terjaga.

Tidak hanya itu juga dilakukan penyerahan permohonan Penjaminan Proyek KPBU Preservasi Jalan Nasional Non-Tol Ruas Sumatera Selatan, yang dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Sugiyartanto kepada Direktur PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia Armand Hermawan. Penyampaian usulan penjaminan kepada PT PII  dalam rangka meningkatkan bankability proyek.

Proyek Preservasi Jalan Nasional di sekitar Kota Palembang sepanjang 29,87 km sebagai proyek KPBU pertama untuk preservasi jalan nasional yang dikembangkan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Dengan nilai investasi kurang lebih Rp 1,35 Triliun, proyek ini akan menggandeng investor swasta untuk melakukan preservasi jalan nasional selama masa konsesi dengan skema Ketersediaan Layanan (Availability Payment).

Selain itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan konsorsium tol prakarsa Cikunir – Ulujami atau Jakarta Outer Ring Road Elevated atau JORR III oleh badan usaha pemrakarsa yakni konsorsium PT Nusantara Infrastructure, PT Acset Indonusa dan PT Adhi Karya dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Pembangunan Jalan Tol Layang JORR III bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di sepanjang JORR serta memaksimalkan kapasitas lalu lintas di sepanjang koridor JORR jika diintegrasikan dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek II (Layang) dan/ atau Jalan Tol Jakarta – Cikampek II (Selatan). Selain itu, pembangunan jalan tol layang JORR III juga ditujukan untuk mengurai kemacetan dan beban lalu lintas tol dalam kota. Proyek dengan total panjang 28,86 KM dengan nilai investasi sebesar Rp 22,5 Triliun. (KR//Achin).

(Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementrian PUPR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here