INDONESIA PROCUREMENT CLUB (IPC) DUKUNG PENCAPAIAN TARGET LKPP TAHUN 2019

Ketua Umum IPC, Giri SH

Kabupatenreport (8/9). Sistim pengadaan barang dan jasa pemerintah, lembaga negara, BUMN, BUMD dan Badan Layanan Umum yang dikelola oleh LKPP, sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagaimana Perpres No 16 Tahun 2018, masih dirasakan belum dapat memenuhi kebutuhan para pelaku pengadaan nasional, mengingat masih terbatasnya potensi ketersediaan barang dalam daftar rilis marketplace digital E – Katalog milik pemerintah tersebut. Masalah dipicu dari kesulitan para pelaku usaha dalam mendaftarkan potensi produknya. Hal tersebut disampaikan Giri SH, Ketua Umum Indonesia Procurement Club (IPC), di sela kegiatan Forum Group Discussion yang digelar di kantor sekretariat IPC, Grya Upakara Building, Cikini, Jakarta.

Menurut Giri, IPC akan mendorong secara maksimal para pelaku usaha nasional dan UKM potensial, untuk memanfaatkan potensi marketplace pengadaan barang jasa pemerintah melalui berbagai pembekalan pengetahuan, serta memberikan berbagai informasi strategis tentang peluang propspek bisnis, baik di institusi pemerintah kementerian/ LN, BUMN, BUMD dan diseluruh BLU. Dengan begitu, diharapkan kapasitas E – Katalog dapat lebih menjamin ketersediaan seluruh jenis barang yang dibutuhkan.

Andi Randi F Sose, Sekjend IPC

Ada beberapa persoalan strategis yang sangat mendesak, terkait ketersediaan jenis barang dan jasa pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kegiatan sektor pendidikan, antara lain, alat peraga pendidikan, barang kebutuhan pendidikan dasar dan menengah. Barang-barang tersebut nyaris belum tersedia dalam fasilitas E – Katalog, sela Sekjen IPC, Andi Randy yang turut mengomentari tentang persoalan dunia pengadaan nasional ditengah diskusinya. Dibutuhkan inisiatif para pelaku usaha di bidang pendidikan, untuk bersama-sama membangun fasilitas marketplace digital yang dikhususkan untuk merilis semua barang-barang dan jasa kebutuhan kegiatan pendidikan pemerintah, sambung Andi Randi.

Organisasi IPC yg beranggotakan lebih dari 100 pelaku usaha kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, baik di institusi kementerian dan lembaga negara, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, termasuk di BUMN, BUMD dan BLU, diharapkan mampu melengkapi peran organisasi Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia IAPI, beranggotakan lebih dari 26.000 profesional ahli pengadaan yang tersebar di seluruh instansi pemerintah, bertugas melakukan transaksi berbagai kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dibutuhkan. Kehadiran dan peran IPC, menurut Direktur Executive IPC, Gunadharma, organisasinya akan menggarap potensi para pelaku usaha untuk memaksimalkan kemampuannya memenuhi kebutuhan seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah para anggota IAPI yang tersebar di seluruh instansi pemerintah di seluruh indonesia, tentunya dalam kerangka aturan yang berlaku, sambung Gunadharma.

Gunadharma, Direktur Eksekutif IPC

Dalam waktu dekat, pada tanggal 17 September 2018, bertempat di hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, IPC akan mengajak para pelaku usaha di bidang pendidikan dalam rangka melakukan penjajakan peluang pengembangan bisnis, berdiskusi langsung dengan Ketua LKPP selaku regulator marketplace digital pemerintah, juga dengan Ketua Umum IAPI dan Dirjen Dikdas Kemendikbud RI. Lanjutnya Gunadharma.

Dalam sela kegiatan diskusi para pengurus IPC menjelang sore tersebut, disampaikan juga oleh Wakil Ketua Bidang Keanggotaan Organisasi, Lucky, bahwa, IPC akan menggelar hajatan akbar penyelenggaraan exhibition and business matching , pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun anggaran 2019. Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 November 2018, bertempat di gedung JX International, Surabaya, Jawa Timur. Agenda tersebut benar-benar akan mempertemukan para anggota IPC dengan para Kuasa Pengguna Anggaran, termasuk para Pejabat Pembuat Komitmen. Pertemuan tersebut tentu akan sangat diminati para peserta, khususnya para pelaku usaha, bertemu dengan pejabat pengambil keputusan, tambah Lucky sambil menutup komentarnya_ //KR/Achin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here