Hubei – Tiongkok Sepakat Tingkatkan Investasi Jutaan Dollar Di Indonesia

Foto Duta Besar RI untuk Beijing bersama Pemerintah Kota Wuhan, Provinsi Hubei usai kegiatan Forum on Global Production Capasity and Bussines Production pada Jumat dan Sabtu Lalu (19-20/10)

Kabupatenreport.id – Jakarta (22/10).  Perkembangan iklim investasid dan perdagangan Provinsi Hubei, bagian tengah Tiongkok saat ini berkembang cukup signifikan yang mana hal itu berdampak terhadap kemajuan perekonomian Negara tiara bambu ini dalam hal kerja sama bilateral dan multilateral khususnya kerjas sama bilateral antara Tiongkok dan Indonesia yang bertujuan meningkatkan nilai invetasi Tiongkok di Indonesia melalui berbagai upaya aktif dilakukan KBRI Beijing termasuk dengan memperkuat kerja sama ekonomi antar wilayah provinsi-provinsi di wilayah Tiongkok bagian Tengah dengan Indonesia.

Beberapa provinsi bagian tengah Tiongkok yang telah sepakat jalin kerja sama dengan Indonesia antara lain, Hubei, Shanxi, Anhui, Jiangxi, Henan, Hunan.  Ke depan kota Wuhan, Provinsi Hubei akan menjadi salah kota yang menjadi kota tujuan kerja sama antar Indonesia dan Tiongkok. Rencana kerja sama tersebut  ditegaskan dengan adanya kunjungan Duta Besar RI untuk Beijing ke kota Wuhan sekaligus ajakan keikutan sertaan Kota Wuhan dalam kegiatan Forum on Global Production Capacity and Bussines Production dimana Dubes RI Djauhari Oratmangun menjadi salah satu panelis dalam kegiatan forum internasional tersebut pada Jumat dan Sabtu (19-20/10) waktu setempat.

Pada sela – sela kunjungan, Dubes Djauhari juga memenuhi permintaan wawancara Hubei TV yang mengangkat tema peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Wawancana exlusive Dubes RI, Djauhari Oratmangun dengan Hubei TV di sela – sela kunjungan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei

“Perkembangan ekonomi Indonesia dan kebijakan serta insentif investasi terkini kepada sekitar 200 peserta forum dari berbagai perusahaan kontruksi terkemuka di Tiongkok. Ke depan diharapkan kerja sama investasi dan perdagangan antar Indonesia dan Tiongkok akan semakin meningkat dan semakin memajukan kedua bangsa besar ini. “papar Dubes, Djauhari.

Selain itu Dubes Djauhari juga mengunjungi salah satu perusahaan di Kota Wuhan yang telah kerja sama dengan Indonesia, yakni perusahaan YOFC (Yangtze Optical Fibre and Cable Joint Stock Ltd. Co.), perusahaan lokal yang bergerak dalam bidang pembuatan kabel fiber optic dimana perusahaan ini telah mendirikan dua pabrik di Karawang dengan nilai investasi sebesare US$ 36 juta.

Dubes RI untuk Beijing merangkap Mongolia ini menyapaikan pada kesempatan kunjungan bahwa Inovasi YFOC di bidang fiber optic merupakan komponen utama dalam komunikasi digital yang mana komponen utama ini juga telah ditransfer untuk dua pabriknya di Indonesia. Ke depan, YOFC akan meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia dan distribusi produknya untuk kawasan ASEAN dan Pasifik.

Foto Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun bersama jajaran management YOFC usai kunjungan kerja sama

Dubes, Djauhari juga ikut menyaksikan pendatangan nota kesepahaman kerja sama (Mou) antara China Gezhouba Group (salah satu BUMN bidang konstruksi dan engineering terkemuka) dan PT Mega Kuningan International dengan nilai kontrak sebesar US$ 150 juta.

“Gezhouba Group telah melakukan bisnis dengan Indonesia dalam 3  tahun terakhir dengan nilai proyek yang telah ditandatangani mencapai angka US$230 juta dan saat ini Gezhouba Group sedang memfinalisasi proyek investasi PLTA sebesar 190 MW dengan total investasi sekitar 620 juta USD. Sebelumnya perusahaan Ini juga telah menyelesaikan satu proyek dan lima proyek lainnya di bidang pembangkit listrik yang sedang dalam pelaksanaan di Indonesia, “jelas Djauhari KR//Achin).

(Sumber : Biro Komunikasi KBRI Beijing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here