Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Dukung Sarasehan Kemaritiman Nasional 2018 dan Siap Gandeng Aspeksindo dengan Forkami Kerjasama Kawal Program Pemerintah

 

Dari Kiri : Ketua Bidang Kemaritiman Aspeksindo dan Forkami, Wakil Bendahara Umum HNSI, Sekretaris Jenderal HNSI, Ketua Departemen Kemitraan dan Kerjasama Kelembagaan, Staff Ahli Komunikasi Forkami dan Jurnalistik Strategic KR

Kabupatenreport (20/9). Aspeksindo dan Forkami bertandang ke kantor Dewan Pengurus Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI) dalam rangka jalin komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah guna selenggarakan Sarasehan Kemaritiman Nasional pada Oktober 2018.

Hadir mewakili HNSI antara lain; Sekretaris Jenderal ( DR. Ir Anton Leonard SP, MM), Wakil Bendahara Umum (Lydia Assegaf SE), Departemen Kerjasama dan Kemitraan (Bustami). Sementara Aspeksindo dan Forkami di wakilkan Ketua Bidang Kemaritiman Aspeksindo dan Forkami (Jani Asha), Staf Ahli Komunikasi Forkami (Indah) dan Jurnalistik Strategic KR (Nursinta) pada Selasa (18/9).

Lawatan Aspeksindo dan Forkami ke Kantor Pusat DPP HNSI, di depan pengurus HNSI Jani Asha menyampaikan bahwa perlu adanya kerjasama antara organisasi kemaritiman dalam mengawal dan mensukseskan realisasi program pemerintah yang belum tuntas. Melalui Sarasehan Kemaritiman Nasional permasalahaN maritim nasional dapat ditemukan solusi komprehensif sehingga diharapakan segenap pemangku kepentingan dapat duduk bersama dalam forum tersebut.

Ketua Bidang Kemaritiman Aspeksindo dan Forkami saat menjelaskan sasaran sarasehan kemaritiman nasional 2018

Mewakili Ketua Umum HNSI, Letj Purn (Mar) H.H. DR Yusuf Solichien Marthadiningrat, Msc yang berhalang tidak dapat hadir, Sekretaris Jenderal HNSI mengatakan bahwa mendukung penuh sarasehan kemaritiman nasional dan akan instrusikan kepada anggota HNSI untuk ikut partisipasi. Menurut Anton sarasehan maritime yang akan di selenggarakan pada Oktober nanti merupakan hal yang di tunggu karena setelah munas maritim 1963 dan 2001 belum ada kegiatan kemaritiman serupa oleh karena itu Sarasehan serupa dapat diselenggarakan tiap tahun.

“belum ada konsep pembangunan maritim komprehensif yang mampu menjawab permasalahan yang terjadi di sektor kemaritiman sebab selama ini dalam menjalankan program kerja, pemerintah salah sasaran dalam hal alokasi dan distribus keperluan para nelayan. Regulasi dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendistribusikan keperluan para nelayan sering tidak sejalan dengan kebutuhan para nelayan itu sendiri sehingga sistem button up harus dilakukan agar kena sasaran.”ujar Anton.

Sekretaris Jenderal HNSI beserta jajaran menerima lawatan Aspeksindo dan Forkami

Menurut Anton, HNSI siap kerjasama dengan Aspeksindo dan Forkami merancang konsep bagi para nelayan atau masyarakat kepualaun dan pesisir dalam memanfaatkan potensi daerah yang dimiliki. HNSI rekomendasi perlu adanya peta potensi kedaerahan dan mekanisme komunikasi yang tepat dalam menyampaikan informasi peluang pasar potensi tiap-tiap daerah dalam bentuk proposal bisnis sehingga memudahkan investor mengidentifikasi peluang investasi.

“satu hal yang perlu diperhatikan daerah-daerah kepulaun dan pesisir, untuk mendorong masuk investasi, infrastruktur harus mendukung karena selama ini hal tersebut kurang diperhatikan. “tutup Wakil Bendahara Umum, Lyda Assegaf SE. (KR//Achin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here