Investor Sepakat Investasi Jalan Tol di Indonesia, Sejumlah Perjanjian Ditandatangani di Nusa Dua

Penandatanganan sejumlah perjanjian kerjasama antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Perbankan dan Lembaga Keuangan di Nusa Dua, Bali (10/10)

Kabupatenreport.id (12/10). Hari keempat IMF –World Bank Annual Meeting 2018 dilakukan penandatangan Indonesia Investment Forum 2018 oleh pemerintah. penandatanganan sejumlah perjanjian kerjasama antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Perbankan dan Lembaga Keuangan. Penandatanganan kerjasama tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah melalui berbagai instrumen pembiayaan. Hal tersebut menunjukan keseriusan Pemerintah untuk berbagi risiko dalam investasi jalan tol melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dimana dukungan disiapkan mulai dari tahap persiapan proyek, pelelangan dan konstruksi. 

Investor dan perbankan percaya terhadap investasi jalan tol di Indonesia. Hal demikian karena investor dan perbankan meyakini prospek Indonesia menunjukan pertumbuhan yang positif dalam beberapa dekade kedepan. Investasi jalan tol Indonesia memiliki karakter yang padat modal dengan tingkat pengembalian modal yang panjang diatas 30 tahun oleh karena itu terkait hal tersebut, telah dilakukan.

Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Nusa Dua, Bali (10/10).

Pada sela-sela kegiatan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur di Kementerian PUPR dalam 4 tahun terakhir rata-rata Rp 105 triliun. Meski cukup besar, namun kebutuhan dan harapan masyarakat lebih besar lagi sehingga memerlukan alternatif pembiayaan lain diluar APBN, termasuk melalui skema investasi dan KPBU sehingga melalui pembangunan tol dengan skema KPBU, konektivitas antar wilayah akan lebih cepat tersambung dan manfaatnya lebih cepat.

“Melalui KPBU Insya Allah, proyek yang sudah dimulai akan selesai, karena tidak bergantung siklus APBN dan dapat diawasi oleh banyak pihak, ”ujar Menteri Basuki.

Presiden bersama Menetri PUPR, Menteri BUMN beserta jajaran terkait melakukan pemantaun terhadap jalan Tol di Bali

Pendantangan perjanjian kerjasama dilakukan oleh beberapa pihak. Pertama, antara PT Jasa Marga dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang menerbitkan instrumen investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) senilai US$112 juta sekaligus merupakan Dinfra BUMN pertama di Indonesia. 

Kedua, PT Jasa Marga juga menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) bersama Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai US$224 juta.

Ketiga, kredit investasi senilai US$523 juta dan Credit Default Swap (CDS) loan US$392 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai.

Keempat, asset monetization senilai US$336 juta oleh PT Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, dan SMI. Kelima kredit sindikasi US$684 juta dan CDS loan US$388 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan PT. SMI (KR//Achin)

(Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here