Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR Adakan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan Semester II Tahun Anggaran 2018 di Balikpapan selama 4 hari mulai 22 – 25 Januari 2019.

Kabupatenreport.id-Jakarta (24/01). Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan Semester II Tahun Anggaran 2018 di Balikpapan selama 4 hari mulai 22 – 25 Januari 2019. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Keuangan ini diikuti oleh perwakilan seluruh Direktorat dan Satker di lingkungan Dirjen Penyediaan Perumahan.

Acara ini dihadiri oleh Kementerian Keuangan Dirjen Perbendaharaan, Dirjen Kekayaan Negara, Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR, Biro BMN dan Biro Keuangan Kementerian PUPR. (SNVT-PnP Kaltim/ Bagian Hukum dan Kompu Setditjen PnP) .

Sekretaris Dirjen Penyediaan Perumahan, Dadang Rukmana dalam sambutannya mengatakan konsolidasi laporan keuangan semester II ini merupakan hal yang sangat penting dalam rangka persiapan audit oleh BPK RI.

“Pertemuan ini sangat penting dan tidak boleh main-main, semua harus hadir dan mengisi format laporan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, target kegiatan ini adalah tersusunnya laporan keuangan tingkat Direktorat Jenderal dan mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari tim audit BPK RI. Adapun persyaratan untuk mendapat WTP yaitu kesesuaian dengan standar akuntasi pemerintah (SAP), efektifitas kerja internalnya dan pengungkapan informasi dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.

Menurut Dadang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan dan BMN antara lain, memastikan aplikasi sudah memakai update terakhir sebelum melakukan update lakukan backup data, memastikan rekon internal berjalan dengan baik, memastikan data yang diupload sama dengan data SAIBA, melakukan pengecekan atas validasi e-rekon LK dan mengungkapkan backup satker persediaan SAIBA dari SIMAK, serta penjelasan dan pengungkapan yang memadai pada CaLK (Catatan Akhir Laporan Keuangan) maupun CR-BMN (Catatan Ringkas Barang Milik Negara).

“Saya berharap laporan yang disusun ini lebih baik dari laporan-laporan sebelumnya dan nanti akan diungkap apa kelemahan-kelemahan kita, seringkali ada kesalahan berulang kemudian saya harap tidak terjadi lagi,” terangnya. (Achin)

(Sumber : Biro Komunikasi Kementrian PUPR) )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here